Rabu, 13 April 2011

ilmu produksi ternak potong dan kerja


Add caption
 




Soal:
1.      Diketahui berat badan 300kg, Umur sapi 0,5 tahun.
Hitunglah:
a.       Buat susunan ransum makanan sapi tersebut dengan catatan:
Berapa kg hijauan, berapa kg kosentrat, dan berapa % kadar proteinnya.
b.      Buat modal suatu sistem pemeliharaan sapi disuatu  RANCH.
c.       Sebutkan jenis-jenis hijauan makanan ternak, jenis-jenis kosentrat, jenis-jenis makanan aditive, jenis mineral yangdibutuhkanternak potong baik makro maupun mikro.

Jawab:
1.      A.        Sapi jantan berat 200 kg, PBBH (ADG) 1,5 KG
Kebutuhan BK 3%BB, PK 14% dari BK
Perbandingan hijauan dan konsentrat 60% : 40%
Bahan yang tersedia:
Rumput gajah, BK 20%, PK 8%, harga Rp. 100,00
Dedak BK 88%, PK 12%, harga Rp. 1500,00
Onggok BK 88%, PK 8%, Harga Rp. 2000,00
Bungkil kedelai BK 88%, PK 35%, harga Rp.4000,00
Kulit kopi BK 88%, PK 28%,Harga Rp. 2000,00
Langkah 1.
Hitung kebutuhan ternak
BK=3% X 300 kg = 9 kg
PK= 14% X 9kg = 1,26 kg
Catatn : jika tidak diketahui dalam soal maka dilihat tabel kebutuhan ternak di tabel NRC

Langkah 2.
Menghitung BK dan PK hijauan dan konsentrat
BK hijauan = 60% x 9 kg = 5,4 kg
BK konsentrat = 40% x 9 kg = 3,6 kg
PK dari hijauan = 8% x 5,4 kg = 0,432 kg
PK konsentrat yg dibutuhkan untuk menutupi kekurangan = 1,26 – 0,432 = 0,828 kg
% PK konsentrat = PK konsentrat/ BK konsentrat = 0,828/3,6 x 100% = 23%
Langkah 3.
Buatlah formulasi konsentrat dengan PK 23 %
-       Buatlah perhitungan untuk sumber energi dan protein
-       Hitung persentasi masing2 dgn metode person square
-       Hitung jumlah masing2 bahan
Sumber energi (menghitung kisaran suplai protein dr msing2 sumber)
-       Dedak 60% x 12% = 7,2 %
-       Onggok 40% x 8% = 3,2 %
PK dr bhn sbr energi 10,4%
Sumber protein
-       Kulit kopi 60% x 28% = 16,8%
-       Bungkil kedelai 40% x 35% = 14%
PK dr bhn sbr protein 30,8%

Person square


Sbr energi 10,4%                    7,8%            = 38,23% = 1,38 kg

                                      23%
Sbr protein 30,8%                12,6    =61,76% = 2,22 kg
                                                20,4      100%                   3,6 kg
Dedak                        =60% x 1,38 kg = o,83 kg
Onggok                      = 40% x 1,38 kg = 0,55kg
Bungkil kkedelai      = 40% x 2,22kg = 0,89kg
Kulit kopi                    = 60% x 2,22kg = 1,33kg

Langkah 4.
Hitung masing-masing  bahan
1.    Rumput gajah           = 5,4 (BK) X 100/20 = 27KG(asfeed) = Rp.2700 (harga)
2.    Dedak                        = 0,83 (BK) X 100/88 = 0,94 KG (asfeed) = Rp.1410
3.    Onggok                      = 0,55 (BK) x 100/88 = 0,63 kg (asfeed) = Rp.1260
4.    Bungkil kedelai        = 0,89 (BK) x 100/88 = 1kg asfeed = Rp.4000
5.    Kulit kopi                   = 1,33 (BK) x 100/88 = 1,5 kg asfeed = Rp. 3000
Biaya pakan perhari adalah Rp. 12.370,00
Langkah 5.
Menghitung harga jual sapi setelah penggemukan 3 bulan = 120 hari dan menghitung keuntungan
Kenaikan Bobot sapi slm 3 bln = ADG X lama penggemukan = 0,5 kg x 120 = 60 kg
Penjualan daging = 60 kg x Rp.30.000 = Rp.1.800.000
Biaya pakan selama 3 bulan = 120 x Rp. 12.370 = Rp.1.484.400
Keuntungan = Rp.1.800.000 – Rp.1484.400= Rp.315.600

B. Modal atau sistem pemeliharan sapi disuatu RANCH
Ø  Sistem pengembalaan ekstensif (continous grazing)
v  Ternak digembalakan liar
v  Bebas memilih hijauan
v  Tetap tinggal dipadang pengembalaan dalam waktu lama
v  Umum dilakukan pada padang pengembalaan alam.
Ø  Sistem pengembalaan semi intensif
v  Menenpatkan ternak pada petak-petak padang yang luas
v  Ternak masih digembalakan secara liar
v  Rotasi dilakukan dalam waktu relatif panjang
v  Biasanya dilakukan pada padang pengembalaan produksi cukup tinggi
C. 1. Jenis-jenis hijauan
  1. Hijauan Segar
    Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/ jenis kacang-kacangan.
    Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
    1. Rumput-rumputan
      Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.
    2. Kacang-kacangan: lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
    3. Daun-daunan: daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.
  2. Jerami dan hijauan kering
    Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).
  3. Silase
    Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.
  4. Konsentrat (pakan penguat)
    Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

2.      Jenis-jenis kosentrat
Dedak padi kasar, Dedak padi halus, Dedak terigu kasar, Dedak terigu Halus, Polard, Tepung jagung kuning, Tepung gaplek, tepung ikan, Ampas tahu, Ampas bir, Ampas kecap, Bulgur, Bungkil kalapa, Bungkil kacang tanah.
3.      Jenis-jenis mineral

Kalsium (Ca) diketahui bahwa Ca merupakan mineral yang sangat penting bagi pertumbuhan dan produksi air susu pada sapi perah. Unsur Ca diperlukan untuk membentuk tulang, gigi dan air susu. Unsur tersebut juga berguna dalam proses pembekuan darah serta kesiapan otot terhadap rangsangan syaraf.
Fosfor (P) unsur fosfor diperlukan dalam pembentukan tulang, gigi, sintesis protein dan system enzimatik. Metabolisme hidrat arang dan keratin juga memerlukan unsure P. sumber fosfor yang baik antara lain tepung tulang, diskalsiumfosfat, dan disodiumfosfat.
Magnesium (Mg) anak sapi yang hanya diberi air susu yang ditambah dengan Fe, Cu, Mn, dan vitamin D ternyata banyak yang menderita tetani dan akhirnya mati. Kadar Mg dalam darahnya sangat menurun. Anak sapi yang telah dapat makan hijauan bila ditambah 10-12 mg/kg Mg pertumbuhannya akan lebih baik. Kejadian grass tetani, yang gejalanya mirip dengan milk faver, banyak dialami oleh-oleh sapi yang produksinya tinggi. Untuk mencegahnya hanya dapat dilakukan dengan menambah unsure Mg di dalam rasumnya. Kebutuhan tambahan untuk sapi berproduksi adalah 40 g/ ekor yang dapat diperoleh dari MgO.
Cobalt (Co) kebutuhan cobalt sebenarnya hanya kecil, akan tetapi karena tubuh dan jaringan tidak mapu menyimpan unsur tersebut dengan baik tambahan dari luar sangat diperlukan. Cobalt diperlukan dalam sintesis vitamin B12, yang diperlukan untuk pemasakan sel darah merah. Kebutuhan sapi akan vitamin B12 sangat besar dan untungnya vitamin tersebut dabat dihasilkan oleh mikroba dalam rumen. Cobalt dapat mencegah terjadinya anemia.
Tembaga (Cu) tembaga diperlukan dalam pembentukan dan pemeliharaan aktivitas enzim pernafasan sitokrom-oksidase. Definisi tembaga diketahui menyebabkan anemia, degenerasi otot jantung dan deiemilinasi syaraf. Diefisiensi tembaga menyebabkan diare berat, kekurusan, bulu kusam, penurunan nafsu makan dan anemia. Tulang ternak yang kekurangan mineral tembaga (CU) jadi mudah patah. Hewan tua yang kekurangan Cu juga mengalami osteomalasia dan mudah mengalami kesulitan melahirkan. Kerusakan syaraf menyebabkan gejala swayback.
Yodium (I) gondok terjadi kerena kurangnya yodium, hingga untuk menghasilkan tirtoksin yang cukup, kelenjar gondok mendapatkan pacuan terus menerus dengan hormone thyroxin-stimulating hormone (TSH), hingga terjadi pembesaran dari kelenjar gondok. Suplementasi yodium sebanyak 0,00076% biasanya cukup untuk mencegah gondok. Sebagai akibat kurangnya tiroksin hewan tersebut bertumbuh lambat. Gondok pada anak  sapi atau pedet yang baru lahir dapat dicegah dengan jalan memberikan yodium cukup pada induk yang sedang bunting.
Besi (Fe) besi diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. Air susu tidak cukup mengandung Fe, hingga cempe dan pedet di beri air susu saja sampai umur 70 hari kadar hemoglobinnya turun dari 11 menjadi 8 g/ 100 ml darah. Air susu hanya mengandung 2,4 mg Fe/l. suplemetasi pakan dengan 5,5 mg/kg dapat mempercepat pertumbuhan pedet dam cempe.
Seng (Zn) unsure seng diperlukan dalam sintesia enzimatik. Enzima carbonic anhydrase, carboxy peptidase, alkaline fosfatase, lactic dehydrogenase dan glutamic dehydrogenase dan glutamic dehidrogenase semuanya mengandung unsure Zn. Karena metabolisme Zn di dalam usus tidak efisien, diberikan jumlah Zn yang jauh lebih banyak daripada yang terdapat di dalam jaringan. Sebagian besar Zn yang diberikan akan dikeluarkan bersama tinja. Seekor sapi untuk pemeliharaan memerlukan 40 ppm Zn dalm konsentratnya.
Mangan (Mn) unsure Mn dibutuhkan dalam system enzimatik baik di dalam mitokondria maupun di dalam jaringan. Mineral Mangan(Mn) bertindak sebagai aktifator enzima glycocyl-transferase yang bertugas dalam sintesis mukopolisakarida dan glikoprotein. Meskipun jarang terjadi, defisiensi Mn pada ternak menyebabkan penurunan fertilitas, terlambatnya masa birahi, terlambatnya dalam pembuahan dan gejala estrus yang tidak begitu nyata





DAFTAR PUSTAKA
  1. Kartadisastra, H.R. (1997). Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius
  2. Budi Pratomo (1986). Cara Menyusun ransum ternak. Poultri Indonesia.
  3. Suara Karya, 3 Maret 1992. Mengenal Pakan Ternak Jenis Unggul.
  4. Neraca, 6 Juni 1991. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak.
  5. Suara Karya, 19 Januari 1993. Memanfaatkan Sisa Pakan.
  6. Suara Karya, 2 Juni 1992. Silase, Pakan Ternak Musim Kemarau.
  7. Neraca, 1 Juli 1991. Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang Disukai ternak.
  8. Pikiran Rakyat, 21 Mei 1990. Perlakuan Khusus Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.
  9. Neraca, 20 juli 1990. Pembuatan Hijauan Makanan Ternak.
  10. Suara Karya, 15 September 1992. Cara Menanam Rumput Gajah.
  11. Kedaulatan Rakyat, 21 Juni 1990. Prospek Industri Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.
  12. http://sholihnugroho.blogspot.com/2011/01/contoh-perhitungan-ransum-sapi-potong.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar